슈퍼주니어

Title                            : At Least I Love You

Author                      : Gek Mirah

Genre                        : Romance (always)

Rating                       : PG-15 through NC-21

Main Cast                : Choi Shinbee, Park Jungsoo (Leeteuk)

Cameo                     : istri selamanya Lee Hyuk Jae -> Cho Eun Young (ME!)

Disclaimer                 : all cast are belong to themselves! This fanfict belong to me!

POV                            : author PoV.

Word Count                        : 2.643 character

Summary                  : “at least, i love you…”

A/N                            : fanfict ini sebuah hadiah atau lebih tepatnya untuk ucapan terima kasih kepada Choi Shinbee-onnie.

********************************************************************

“hey, Choi Shinbee!” panggil Leeteuk ketika melihat Shinbee melintas di depan kelasnya.

“kau memanggilku?” tanya Shinbee menunjuk dirinya sendiri.

“kau pikir siapa lagi punya nama Choi Shinbee di sekolah ini?” sahut Leeteuk sangar.

“hanya aku.” Kata Shinbee dengan watados-nya.

“kau siswa terpandai di sekolah ini kan?” tanya Leeteuk.

“siapa bilang? Aku biasa saja.”

“whatever. Aku ingin kau mengajariku pelajaran sekolah.” Kata Leeteuk.

“kau menyuruhku? Atau memohon padaku?” tanya Shinbee.

“aku memerintahkanmu! Tidak mungkin kepala gangster di sekolah memohon pada siswa biasa sepertimu.” Sangkal Leeteuk.

“kalau aku tak mau?” tantang Shinbee.

“kau akan menderita!”

“whuuuu~ aku takut! Tapi maaf, aku tak mau!” kata Shinbee lalu pergi meninggalkan Leeteuk di koridor sekolah.

“hey Choi Shinbee!! Kembali kau!! Kau benar-benar ingin kubuat menderita hahh!!?” teriak Leeteuk.

“jika kau sangat ingin membuatku menderita, silahkan saja, tapi tetap aku menolak permintaanmu!” kata Shinbee melangkahkan lagi kakinya.

“YA! CHOI SHINBEE!!!” teriakan Leeteuk menggema di koridor sekolah.

Tiba-tiba langkah Shinbee terhenti. Ia berbalik dan menatap Leeteuk tajam.

“aku akan menerima tawaranmu, jika kau bersedia memohon padaku di depan seluruh siswa.” Kata Shinbee tersenyum evil.

Leeteuk ternganga lebar.

“aku takkan melakukannya!!” tanggap Leeteuk.

“berarti aku juga takkan melakukannya!” sahut Shinbee.

Shinbee melenggang menuju kelasnya dengan penuh kepuasan.

–ooOoo–

-After School-

Shinbee berjalan di halaman sekolahnya hendak pulang. Tiba-tiba sekelompok anak mengelilinginya. Dari salah satu arah, datanglah Leeteuk yang membawa buket bunga. Leeteuk langsung berlutut di hadapan Shinbee.

“kau… YA! Park Jungsoo!! Apa yang kau lakukan!?” kata Shinbee.

“Choi Shinbee, kumohon, tolong ajari aku pelajaran-pelajaran sekolah agar aku bisa lulus. Aku sudah memenuhi syaratnya. Aku harap kau juga memenuhi kata-katamu tadi.” Kata leeteuk mendramatisir.

Shinbee mengeluarkan evil smile-nya.

“aku tak cukup hanya dengan ini. Aku ingin ada imbalan dari usahaku mengajarimu.” Kata Shinbee.

Leeteuk mendelik. “imbalan? Apa?”

“kau akan tahu nanti. Ayo kita berangkat.” Kata Shinbee lalu menarik tangan Leeteuk pergi dari tempat itu.

“kemana?”

“rumahmu.”

–ooOoo–

-Park’s House, 19.00 WNS *Waktu Ngarang Sendiri* Korea-

Sudah hampir 3 jam Leeteuk menatap soal matematika di hadapannya.

“itu soal bukan untuk ditatap, Park Jungsoo!!” bentak Shinbee.

“maaf,”

“kau sudah 3 jam menatap angka-angka itu. Jika begini apa kau pikir kau akan lulus? Heh, jangan harap.” Kata Shinbee.

“aku akan ambil air dulu.” Kata Leeteuk lalu bangkit dan menuju dapur. Lalu kembali dengan membawa 2 gelas cairan bening.

“silahkan minum.” Leeteuk menyodorkan satu gelas minuman itu kepada Shinbee dan satu gelas untuknya.

“apa ini? Racun serangga?” tanya Shinbee.

“bukan! Kau pikir aku berotak kriminal? Tidak!” kata Leeteuk lalu meneguk habis minumannya.

“siapa tahu..” gumam Shinbee.

“huaahhh.. kenapa air ini aneh sekali rasanya?” kata Leeteuk.

“sudah kuduga ini racun serangga..” kata Shinbee memerhatikan minuman di gelas miliknya.

Leeteuk merasa berkunang-kunang, kepalanya sangat berat.

“kenapa begini? Kepalaku berat sekali..” kata Leeteuk memegang pelipisnya.

Shinbee yang melihat keadaan Leeteuk yang seperti oang mabuk itu mulai panik.

“Park Jungsoo!! YA! Kau baik-baik saja? Dia kenapa sih!?” gerutu Shinbee.

Shinbee mengguncang-guncangkan tubuh Leeteuk yang mulai melemah.

“Shinbee.. Shinbee…” panggil Leeteuk.

“ke..kenapa, Teuk??” tanya Shinbee takut-takut.

“aku..aku..aku mencintaimu..” kata Leeteuk menatap mata Shinbee lekat-lekat. Sementara Shinbee yang ditatap Leeteuk jadi salah tingkah. Entah kenapa wajahnya langsung merona merah.

“pasti ada yang salah dengan minumanmu.” Kata Shinbee lalu mengambil gelas milik Leeteuk dan membauinya.

“sudah kuduga, ini alkohol. Kenapa dia bisa sebegitu bodohnya, salah mengira bahwa alkohol ini adalah air minum!? Sekarang aku harus bagaimana!?”

Shinbee yang sedang berargumentasi sendiri merasakan ada lengan yang melingkari perutnya. Leeteuk memeluknya.

“YA! Park Jungsoo! Lepaskan!” kata Shinbee mencoba melepaskan lengan Leeteuk yang melingkari perutnya.

Shinbee terus berusaha melepaskan lengan Leeteuk. Tapi, karena perbedaan kekuatan yang besar antara Leeteuk dan dirinya, Shinbee pun kalah(??).

Leeteuk membalikkan tubuh Shinbee yang berada di pelukannya, sehingga ia bisa melihat wajah Shinbee yang memerah semerah tomat.

“kenapa wajahmu memerah, Shinnie-ah??” tanya Leeteuk.

“kau mabuk, Jungsoo!!” seru Shinbee masih dengan wajah memerah.

“aku? Mabuk? Tidak mungkin.” Sahutnya asal.

“kau mabuk!” seru Shinbee lagi.

Leeteuk menghela nafas panjang.

“sudah kubilang aku tidak mabuk!” kata Leeteuk tetap kekeh.

Shinbee bangkit dari duduknya.

“aku pulang.” Kata Shinbee.

Leeteuk memegang pergelangan tangan Shinbee, mencegah Shinbee pergi.

“jangan pergi.” Cegah Leeteuk.

“aku tidak bisa mengajari orang yang mabuk sepertimu.” Kata Shinbee tidak menatap Leeteuk.

Leeteuk pun bangkit lalu membalikkan tubuh Shinbee dan membawa ke pelukannya.

“aku mencintaimu, Choi Shinbee. Dan catat, aku tidak mabuk saat ini.” Kata Leeteuk tepat di telinga Shinbee.

Shinbee terdiam seribu bahasa. Entah kenapa hatinya menjadi tersentuh. Tak bisa dipungkiri lagi, ia sangat menyukai laki-laki yang ada dihadapannya saat ini. Sejak dulu ia selalu memperhatikan laki-laki ini, Park Jungsoo atau yang lebih sering ia ungkapkan sebagai “angel without wings”.

“aku…”

“kau mau menjadi kekasihku ‘kan?” tanya Leeteuk melepas pelukannya lalu menatap mata Shinbee. Shinbee merasa tatapan Leeteuk itu menguncinya, membuatnya tak bisa melepaskan tatapan mata yang amat sangat teduh itu.

“sejujurnya aku juga.. aku juga mencintaimu..” kata Shinbee ragu-ragu.

Leeteuk tersenyum senang.

“sudah kuduga…”

“sekarang aku akan pulang. Sebaiknya kau istirahat. Aku tahu kau mabuk.” Kata Shinbee lalu mengambil tasnya.

“sudah berapa kali aku katakan. Aku tidak mabuk. Dan satu lagi, kau belum menjawab pertanyaanku tadi.” Kata Leeteuk.

“kita bicarakan ini nanti, jika kau sudah sadar. Aku yakin kau saat ini tidak sadar sepenuhnya.” Kata Shinbee.

“tidak. Aku ingin mendengar jawabanmu sekarang.” Kata Leeteuk (agak) memaksa.

“jawaban apa?” tanya Shinbee bingung.

“maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Leeteuk kali ini sambil menempelkan kedua tangannya di  kedua sisi pipi Shinbee.

Shinbee merasa wajahnya memanas again.

“i-iya, aku mau.” Jawabnya.

Leeteuk tersenyum lalu memeluk Shinbee erat. “terima kasih..”

“sudah, aku mau pulang.” Kata Shinbee melepas pelukan Leeteuk. Tapi Leeteuk tambah mengeratkan pelukannya.

“kau jangan pulang!” bentak Leeteuk masih memeluk Shinbee.

Shinbee terdiam. “baiklah, tapi lepaskan pelukanmu, aku susah bernafas.”

Leeteuk melepas pelukannya dan sekarang ia menatap Shinbee dalam-dalam. Shinbee takut-takut membalas tatapan Leeteuk.

“aku mencintaimu.” Kata Leeteuk lalu meraih dagu Shinbee dan mendekatkan wajah Shinbee ke wajahnya. Dan.. CUP. Leeteuk berhasil melahap bibir Shinbee sepenuhnya.

Shinbee tak menolak sedikitpun. Ia malah membalas ciuman Leeteuk yang semakin menjadi-jadi. Selang beberapa menit kemudian, Leeteuk melepas ciumannya untuk mengambil nafas sementara Shinbee tertunduk malu.

Tiba-tiba Shinbee merasakan tubuhnya didorong paksa. Dan ternyata Leeteuk yang mendorongnya hingga ia terjatuh ke  tempat tidur milik Leeteuk yang terletak tepat di samping meja belajarnya. Dengan cepat Leteuk menindih tubuh Shinbee yang sudah tak berdaya.

“kau…apa yang akan kau lakukan hah!? Pergi!” ronta Shinbee sambil mendorong-dorong tubuh Leeteuk yang kini ada diatasnya.

“aku ingin dirimu…” kata Leeteuk tersenyum evil sambil membelai lembut pipi Shinbee yang membuat Shinbee merinding.

“aku tak- hmmppp…” kata-kata Shinbee terpotong oleh ciuman Leeteuk yang semakin menjadi.

Shinbee tak bisa melawan kekuatan Leeteuk yang lebih kuat darinya, jadi ia hanya pasrah saja dengan apa yang Leeteuk lakukan.

Sementara Leeteuk tangannya mulai beraksi dengan meraba paha Shinbee yang ditutupi oleh rok span miliknya. Ciuman Leeteuk turun ke leher Shinbee. Tangan Leeteuk membuka paksa seragam Shinbee hingga beberapa kancing bajunya lepas dan memamerkan tubuh indah Shinbee.

“kumohon.. hentikan…” rintih Shinbee.

“takkan kuhentikan, sayang. Aku akan memberikan sensasi nikmat yang tak pernah kau rasakan sebelumnya.” Kata Leeteuk evil yang mulai beraksi menciumi dada Shinbee.

Shinbee hanya mengerang nikmat karena sensasi yang diberikan oleh Leeteuk. Tangan kiri Leeteuk menyusuri punggung Shinbee dan mencari kaitan bra-nya dan melemparnya sembarang. Sementara tangan kanannya menyusup kebawah rok span Shinbee dan menurunkan underwear milik Shinbee.

“kumohon, Park Jungsoo, hentikaaan…” kata Shinbee berurai airmata.

Leeteuk yang sudah tak tahan lalu membuka pakaiannya sendiri dan menunjukkan bentuk tubuhnya yang sixpack. Shinbee yang melihat ‘junior’ Leeteuk yang sudah berada dalam tegangan tinggi semakin ketakutan.

“apa yang akan kau lakukan!?”

Tanpa dikomando Leeteuk langsung memasukkan ‘junior’ miliknya ke ‘surga’ milik Shinbee sehingga Shinbee merasa ada benda seukuran terong masuk kedalam tubuhnya.

“akhh.. sakiiitttt… hentikan, Jungsoo!!” erang Shinbee kesakitan.

Leeteuk mencium Shinbee agar ia tak mengerang. Setelah beberapa lama ‘junior’ Leeteuk sudah mampu beradaptasi di ‘surga’ Shinbee, Leeteuk mulai memaju mundurkan pinggulnya secara perlahan. Darah kesucian Shinbee terlihat membasahi seprai Leeteuk. Itu berarti, Leeteuk sudah merenggut kehormatan Shinbee sepenuhnya. Shinbee hanya bisa menangis sejadinya.

Lama kelamaan Shinbee bisa menerima keberadaan ‘junior’ Leeteuk dan membuatnya menikmati permainan Leeteuk yang baginya adalah yang pertama.

**next day**

Shinbee membuka matanya perlahan karena ia merasakan cahaya matahari membelai wajahnya. Saat ia menoleh ke sampingnya, ia melihat Leeteuk yang sedang tertidur pulas. Ia  menggerakkan tubuhnya, tapi ia merasakan sakit yang luar biasa pada ‘surga’nya. Kejadian semalam kembali berputar di otaknya ibarat sebuah film di bioskop. Ia kembali meneteskan airmatanya, kali ini airmata penyesalan.

Ia merasa hal yang ia lakukan adalah salah. Lalu tanpa pikir panjang, Shinbee memakai seluruh pakaiannya dan pergi dari rumah Leeteuk meninggalkan kenangan buruknya.

**at school**

Leeteuk sedang berjalan di lorong sekolahnya ketika ada seseorang yang memanggilnya. Leeteuk menoleh kearah orang yang memanggilnya.

“Park Jungsoo!” panggil seorang gadis.

“wae?”

“kau melihat Shinbee?” tanyanya.

“tidak. Hari ini aku tak bertemu dengannya.” Kata Leeteuk sambil menggeleng.

“tapi bukannya kemarin kau bersamanya?” Tanya gadis itu.

“memang kemarin aku bersamanya.”

“sejak kemarin ia tidak pulang kerumahnya. Setahuku ia bersamamu setelah pulang sekolah.” Kata gadis itu.

“Eun young-ah, aku sama sekali tak tahu ia pergi kemana.” Kata leeteuk sambil mengangkat bahunya.

“baiklah. Aku akan menghubunginya lagi nanti.” Kata gadis yang dipanggil Eun Young oleh Leeteuk.

“aku juga akan ikut mencarinya. Secara tidak langsung aku juga bertanggung jawab karena kemarin ia bersamaku.” Kata Leeteuk.

“baiklah, terima kasih. Aku pergi dulu. Aku ada urusan.” Kata Eun Young.

“baiklah. Aku juga ada keperluan.” Kata Leeteuk.

Mereka berpisah di lorong sekolah yang sudah mulai sepi itu karena bel masuk sudah berbunyi 5 menit yang lalu.

**

Leeteuk mencoba menghubungi nomor ponsel Shinbee yang didapatnya dari Eun Young tadi pagi. Ia bingung, ponselnya aktif tapi sang empunya ponsel yang tak mau mengangkatnya.

Leeteuk berdiri di beranda kamarnya memandang langit malam yang bertaburan bintang. Leeteuk memikirkan gadis yang kemarin mengajarinya pelajaran sekolah. Padahal ia ingin memintanya lagi untuk mengajarnya hari ini, tapi karena ada kejadian menghilangnya Shinbee ia urung melaksanakan niatnya.

Ponsel Leeteuk bergetar. Di layarnya nampak nomor telepon yang asing baginya.

“yeoboseyo..”

“yeoboseyo, Park Jungsoo, ini aku Eun Young.” Kata suara di seberang sana.

“ah, kau. Wae??” Tanya Leeteuk.

“aku sudah berhasil menemukan Shinbee. Tapi aku tak bisa menjemputnya.” Kata Eun Young.

“memangnya ia dimana?” Tanya Leeteuk. Ia mulai panic.

“ia berada di luar kota Seoul. Entah kenapa ia bisa sampai disana.” Kata Eun Young.

“diluar kota Seoul? Baiklah. Aku yang akan menjemputnya. Kau berikan aku alamatnya.” Kata Leeteuk.

“baiklah, nanti akan kukirimkan alamat rumahnya. Kau akan menjemputnya malam ini?” Tanya Eun Young.

“tentu saja. Jika tidak malam ini, dia bisa pergi ke tempat yang lebih jauh lagi.” Kata Leeteuk.

Setelah selesai merencanakan semuanya, mereka mengakhiri pembicaraan mereeka via telepon. Tak lama, Eun Young mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Leeteuk yang berisikan alamat tempat Shinbee berada.

Diambilnya jaket dan kunci mobil yang berada di kamarnya lalu dengan cepat melesat ke tempat Shinbee berada.

**

Shinbee sedang berjalan jalan di sebuah taman yang lumayan sepi. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

“yeoboseyo..” sahutnya.

“yeoboseyo.. Shinnie-ah. Ini aku Leeteuk. Kau dimana?” Tanya Leeteuk di seberang sana.

Raut wajah Shinbee seketika berubah muram.

“darimana kau dapatkan nomor ponselku?” Tanya Shinbee dengan nada tak suka.

“aku dapat dari Eun Young tadi pagi.” Kata Leeteuk.

“berhenti menghubungiku. Aku tak suka,” kata Shinbee lirih.

“kenapa? Kau ada masalah? Kenapa sama sekali berbeda dengan Shinbee yang kukenal kemarin?” Tanya Leeteuk.

“tak ada urusannya denganmu. Aku sibuk. Jadi jangan hubungi aku lagi.” Kata Shinbee lalu memutuskan sambungan teleponnya sepihak.

Shinbee menghela nafasnya berat. Kejadian semalam masih belum bisa ia lupakan dan itu masih meninggalkan rasa sesal yang amat sangat. Dan lebih membuatnya menyesal lagi adalah, Park Jungsoo orang yang sudah melakukan hal memalukan padanya sama sekali tak mengingat hal memalukan itu.

Airmatanya jatuh lagi. Ingin rasanya ia memutar balik waktu kembali ke saat Leeteuk –orang yang ia cintai memaksanya melakukan hal itu- untuk mencegahnya. Tapi itu mustahil. Kini ia harus menerima hal yang Leeteuk lakukan kemarin.

**

Setelah sekitar 2 jam berkendara, Leeteuk sampai di tempat yang ia tuju. Leeteuk

memarkir mobilnya dibawah pohon rindang di depan sebuah rumah sederhana. Rumah yang ia yakini Shinbee berada di dalamnya.

Dengan cepat ia mengetuk pintu rumah itu. Dan sangat lama ia menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu untuk tamunya yang sudah lancang bertamu malam-malam (read : Leeteuk).

“kau, apa yang kau lakukan disini?!” suara gadis yang familiar yang terdengar dibelakang Leeteuk membuatnya membalikkan badannya 180 derajat.

“akhirnya, kau kutemukan!” seru Leeteuk sambil berlari kearah Shinbee.

“stop! Jangan mendekat!!” teriak Shinbee.

Leeteuk menghentikan langkahnya. “kenapa?”

“aku sudah memutuskan bahwa aku takkan berurusan lagi denganmu sejak semalam!” kata Shinbee yang emosinya sudah sampai di ubun-ubun.

“aku ada salah padamu?” Tanya Leeteuk.

“huh? Lihat! Kau sendiri pun tak tahu kesalahanmu apa!” kata Shinbee.

“bicaralah padaku jika aku punya salah padamu.” Kata Leeteuk.

“untuk apa? Lagipula  setelah aku mengatakan apa kesalahanmu, kau takkan bisa melakukan apa-apa.” Kata Shinbee.

Leeteuk melangkah mendekati Shinbee.

“jangan mendekat! Sudah kukatakan jangan mendekat!!”

“Shinbee, katakan sesuatu.. jangan membuatku bingung..” kata Leeteuk.

“pergilah. Aku tak ada waktu untuk meladenimu.” Kata Shinbee melangkah ke dalam rumahnya melewati Leeteuk.

Leeteuk langsung memegang pergelangan tangan Shinbee untuk mencegahnya pergi.

“katakan sesuatu. Apa ada sesuatu yang terjadi semalam?” tanya Leeteuk.

“lepaskan aku!” seru Shinbee.

“JAWAB AKU!” bentak Leeteuk.

Mata Shinbee memanas. Ia rasa airmatanya akan jatuh lagi. Ia rasa ia tak perlu menyimpan hal itu terlalu lama. Ia harus mengatakan hal yang sebenarnya kepada Leeteuk.

“iya. Sesuatu terjadi semalam.” Kata Shinbee.

Leeteuk melonggarkan genggamannya pada pergelangan tangan Shinbee.

“sudah kuduga. Maaf.. aku tak ingat kejadian semalam.” Kata Leeteuk dengan wajah bersalah.

“sejujurnya aku susah untuk memaafkanmu.” Kata Shinbee.

“kumohon, maafkan aku. Aku akan bertanggungjawab dengan apa yang terjadi padamu.” Kata Leeteuk.

“jika kau ingin bertanggungjawab, apa kau bisa mengembalikan kesucianku??” kata Shinbee menatap Leeteuk nanar.

Leeteuk hanya menunduk bersalah. Ia akhirnya ingat semuanya. Bagaimana ia memaksa Shinbee untuk melakukan hal memalukan itu. Ia merutuki dirinya yang sudah bodoh karena lepas kendali.

“sudahlah. Kau takkan bisa melakukan apapun.” Kata Shinbee lalu berlalu dari hadapan Leeteuk.

“tapi, setidaknya jangan marah padaku.”

Shinbee berbalik menatap Leeteuk dengan tatapan tak suka.

“jika kau jadi aku, apa kau akan memaafkan orang yang sudah memperkosamu!?” teriak Shinbee.

Leeteuk mendekat kearah Shinbee dan langsung memeluknya.

“aku tahu, aku salah. Aku tahu, aku bodoh. Dan aku tahu, aku br*****k. Aku minta maaf padamu karena aku mengakui kesalahanku.” Kata Leeteuk .

Shinbee terdiam. Ia tak tahu harus mengatakan apa. Jujur, ia tersentuh dengan kata-kata Leeteuk.

“aku mencintaimu.” Kata Leeteuk yang langsung membuat Shinbee terperangah.

“kau..”

“aku serius. Hal yang kukatakan semalam juga serius. Aku tak pernah bercanda dengan kata-kataku.” Kata Leeteuk.

Shinbee melepaskan pelukan Leeteuk. Ia menatap Leeteuk tak percaya.

“aku tak percaya. Semalam kau mabuk.” Kata Shinbee sambil melangkah menjauh dari Leeteuk.

“kau tak tahu, jika kita mabuk, apa yang kita ucapkan adalah hal yang sebenarnya.” Kata Leeteuk sambil tersenyum tipis.

“aku tak percaya.” Kata Shinbee.

Leeteuk menarik lengan Shinbee dan memeluknya lagi. Lalu mencium Shinbee.

“kau masih tak percaya?” tanya Leeteuk tersenyum evil.

Shinbee terdiam lalu ia tersenyum. Sesuatu di dalam hatinya merasa bahagia.

“baiklah, kau kumaafkan.” Kata Shinbee tersenyum.

“lalu, bagaimana dengan perasaanmu?” tanyanya.

“aku juga mencintaimu…” kata Shinbee lirih. Nyaris tak terdengar oleh Leeteuk.

“apa? Aku tak dengar..” kata Leeteuk.

“aku takkan mengulanginya dua kali!” kata Shinbee.

“hey, ayolah.. aku ingin dengar..” kata Leeteuk.

“sudah kukatakan, aku takkan mengulanginya dua kali. Jika kau memang ingat kejadian semalam, kau pasti tahu bagaimana perasaanku.” Kata Shinbee dengan wajah memerah.

“aisshh.. aku ingat! Kau juga mencintaiku bukan??” tanya Leeteuk sambil tertawa.

“aisshh..”

Leeteuk tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Shinbee. Ia senang, akhirnya cinta-nya diterima Shinbee. Ia senang kini ia tak lagi dihantui perasaan berdosa  karena hal memalukan yang sudah ia lakukan.

“at least, i love you, Choi Shinbee..” kata Leeteuk memeluk Shinbee erat, erat sekali.

##FIN##

Comments on: "FF – At Least I Love You – Straight – Oneshoot" (9)

  1. Phuwaaa~ seru chingu .
    Yaelah Teukpa kok gainget kejadiannya ? Haha diinget ingetin dong hhaaa~

  2. Cepat sekali. .

  3. monstrid said:

    bagus thooor!!

Comment kamu ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: