슈퍼주니어

Title                : This Love and This Body are Yours

Genre             : Yaoi, Romance

Rating            : NC-21

Cast                : Choi Si Won, Kim Ki Bum

Cameo           : yang jelas manusia.. lol

Disclaimer   : all cast are belong to themselves, but this fanfict is belong to me!

A/N                : diharapkan bagi yang gak suka yaoi atau yang belum cukup umur buat baca NC21 jangan dibaca! ^^v

XxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxX

|ruang makan, Kibum pov|

“Kibum-ah”, panggil seseorang di belakangku.

Aku kenal suara itu, suara kekasihku yang sangat ku cintai, Siwon.

“Ne, Wonnie-ah. Ada apa?”, sahutku.

“Begini, Bummie-ah, akhir pekan ini aku harus pulang kerumah orangtuaku. Jadi, rencana malam minggu kita di tunda ya. Gwaenchana?”, tanyanya.

“Gwaenchana, Wonnie-ah. Kita bisa lain kali pergi. Tapi orang tuamu tak bisa menunggu lain kali”, kataku.

“Benarkah tidak apa – apa Bummie-ah? Aku jadi merasa tidak enak denganmu”, Siwon bertanya lagi, dia kira aku dengan berat hati mengijinkannya pergi.

“Aku serius menginjinkanmu. Jadi pergilah, tapi setidaknya bawa oleh – oleh ya”, kataku manja. Siwon tersenyum. Ia lalu memelukku.

“Tentu saja, aku akan membawakanmu oleh – oleh, apa sih yang tidak untuk orang yang sangat kucintai”, katanya lalu mencium bibirku. Kamipun berciuman. Aaaah. . . inilah salah satu perbuatannya yang ku suka. Dia mau memanjakanku, memeluk dan menciumku dengan lembut.

“I’ll hold you, and never let you go”, kataku saat ia melepaskan ciumannya. Mata Siwon terbelalak seakan tak percaya bahwa aku mengatakan hal itu.

“Me too”, katanya lalu menciumku lagi.

|Kibum pov end|

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o00o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

|Kamar Siwon, Siwon pov|

“omma dan appa ada hal apa sampai-sampai menyuruhku pulang?” gerutuku saat membereskan isi koperku yang akan kubawa pulang.

“Wonnie-ah..” panggil seseorang dari balik pintu, aku kenal suaranya.

“masuklah, Bummie-ah.” Kataku.

Kibum masuk kedalam kamarku lalu duduk di pinggir tempat tidurku, menghadapku.

“sudah selesai beres-beres?” tanyanya.

“hmm… sedikit lagi selesai. Ada apa, Bummie-ah?” tanyaku seraya memasukkan pakaian-pakaianku kedalam koper.

“anniya, aku hanya berniat membantumu beres-beres.” Katanya.

“daripada begitu, lebih baik kau membantuku men-charge aku.” Kataku menutup koperku.

“charge?” tanyanya bingung.

Aku tertawa melihat ekspresi bingungnya.

“iya, charge aku. Aku akan 2 hari dirumah orangtuaku, dan aku pasti akan rindu padamu.” Kataku mendekat dan duduk disamping Kibum.

|Siwon pov end|

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

|Kibum pov|

“iya, charge aku. Aku akan 2 hari dirumah orangtuaku, dan aku pasti akan rindu padamu.” Kata Siwon mendekat dan duduk disampingku.

“charge? Kau bukan handphone, Wonnie-ah..” kataku.

Tiba-tiba Siwon menciumku. Kami melakukan deep kissing.

“aaah~…” Siwon menggigit bibir bawahku.

“sudah kau kunci pintunya?” tanyanya disela-sela ciumannya.

Aku mengangguk. Ciumannya semakin menjadi, seringkali ia menggigit bibir dan lidahku.

“Wonnie-ah, hentikan… sakittt…” kataku.

Siwon melepaskan ciumannya, ia menatapku.

“kau tidak ingin, Bummie-ah?” wajahnya terlihat sedih.

“bu..bukan begitu.” Kataku menggelengkan kepalaku.

“Lalu, kenapa kau menyuruhku berhenti?”

“Lebih lembutlah sedikit, jangan kasar begitu”, kataku dengan menunjukkan puppy eyes-ku.

Siwon tersenyum.

“Mianhae, Bummie-ah. Aku akan bersikap lembih lembut”, katanya sambil mengacak – acak rambutku.

Siwon menciumku lagi namun, kali ini lebih lembut. Aku menikmatinya, sampai aku mendesah berkali – kali.

|Kibum pov end|

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

|Siwon pov|

Setelah ia memintaku untuk lebih lembut, aku benar – benar melakukannya lebih lembut lagi. Ia menikmatinya, hingga berkali – kali mendesah.

Kumulai  menciumi lehernya yang putih dan jenjang.

Ia mendesah, desahannya membuat nafsuku bertambah besar.

Tangan kiriku menyusup ke bawah kausnya. Lalu tangan kiriku memilin nipplesnya. Ia mendesah lagi, membuatku benar – benar tak mungkin mundur lagi.

Kubuka resleting celananya, awalnya ia menolak, tapi akhirnya luluh juga. Tampaklah juniornya yang sudah menegang.

“Wonnie-ah, aku malu”, katanya.

“Tak perlu malu Bummie-ah. Takkan ada orang lain yang melihatmu dalam keadaan seperti ini selain aku”, aku menciumnya lagi sambil mengocok juniornya.

Ia mendesah terus – menerus. Aku tak tahan lagi, kubuka celanaku, juniorku benar – benar sudah tegangan tinggi.

“Bummie-ah, aku masukkan ya?”, tanyaku meminta persetujuannya.

“Ap. . .”

Tanpa menunggu jawabannya, aku langsung memasukkan juniorku di lubang openingnya. *ada yang ngerti?*

Ia agak berteriak, mungkin ini pertama kalinya ia alami, maka dari itu terasa sakit.

“Aaaaaahhhkk. . . Ssakiiitt, Wonnie-ah. . .!!”, erangnya sangat keras.

Aku menciumnya, hingga eranganya tak terdengar.

|Siwon pov end|

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

|Kibum PoV|

“aaaaahhhkkk…. Sakiiiittt, Wonnie-ah…!” erangku dengan keras.

Benar-benar sakit. ‘Junior’ Siwon sudah masuk sepenuhnya ke dalam tubuhku. Entah mengapa rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang tak terhingga ketika ’milik’nya terus bermain-main(??) didalam tubuhku. Dengan tak sadar aku jadi menikmatinya.

”te-terus, Wonnie-ah….” kataku sambil juga memainkan(??) juniorku.

Siwon menciumku sambil terus mengeluar masukkan ’junior’ nya di lubang openingku.

”ka-kau sangat nikmat, Bummie-ah..” katanya menciumku.

”aahh~, Wonnie-ah, aku…aku mau keluar..” kataku sambil mendesah.

Siwon mempercepat gerakannya, dan tak lama cairan milikku tumpah dan membasahi perutku dan sprei kasur Siwon. Aku merasa lemas sekali, tapi tidak dengan Siwon. Ia tetap menohok tubuhku dengan ’milik’ nya yang amat besar itu. *author berbuih*

”Bummie-ah, aku mau…keluar….” katanya sambil mengerang. Disaat yang sama, cairan milik Siwon keluar di dalam tubuhku. Setelah itu Siwon mencabut ’milik’ nya, lalu membersihkannya dengan tissue. Tak hanya itu, ia membersihkan sisa-sisa cairanku dengan lidahnya. Ia mengulumnya dan itu membuatku jijik.

”hentikan, Wonnie-ah.. jijik…!” kataku tapi tak ia hiraukan.

|Kibum PoV end|

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

|next day, Author yadong PoV *author nyadar kalo dia yadong*|

Cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela kamar Siwon dan mengenai wajahnya hingga membuatnya terbangun. Saat ia melihat di sampingnya, tampaklah Kibum yang sedang tidur dengan lelapnya. Karena kejadian semalam *bagian yadong ntu* ia merasa telah memiliki Kibum seutuhnya. Ia berjanji takkan melepaskan Kibum untuk selamanya. Ia mencium lembut pipi dan bibir Kibum hingga membuat namja cool itu terbangun dari tidur lelapnya. Kibum hanya tersenyum dan memeluk Siwon.

”gomawo, Wonnie-ah…” ucap Kibum.

“eh? Untuk apa?” Siwon bingung dengan perkataan Kibum.

”kau sudah membuatku menjadi milikmu seutuhnya.” kata Kibum.

*author : Nyuk, jadikan aku milikmu seutuhnya..

Nyuk : lah, OGAH!!

Author : lah?? Kok gak mau?? Kita buat Hyuk jr. lagi yaahh~

Nyuk : yaudah ayoo~~

#masuk kamar*

Jadi karena author nya mau buat Hyuk jr. dulu ama Nyuk, jadi FF ini langsung –END- *dilemparin oppadeul ama readers #girang*

LANJUUUUTTT!!!

Siwon mencium Kibum, dan mereka berdua sangat bahagia dengan apa yang telah mereka lakukan semalam.

|author yadong PoV end|

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

|Kibum PoV|

Pagi ini Siwon akan berangkat kerumah orangtuanya. Aku pasti akan kesepian. Tapi aku tak boleh membebaninya.

Aku dan hyung-hyung-ku di asrama ini mengantar Siwon sampai di depan asrama. Siwon pergi sendirian tanpa ditemani salah satu dari kami, karena alasan tak mau kami absen kuliah.

”hati-hati, Hyung.” kata Kyuhyun, salah satu dongsaeng kami di asrama ini dan hoobae kami di kampus.

”ne, Kyu. Semuanya, aku berangkat dulu.” kata Siwon berjalan mendekatiku.

”aku pergi, Bummie-ah.” bisiknya di telingaku.

”hati-hati, Wonnie-ah. Jika sudah sampai, kabari aku ya.” kataku.

Ia mengacak-acak rambutku, sekilas ia mencium bibirku.

”tentu saja.” Siwon menuju mobilnya, lalu pergi.

Tuhan, tolong berikan ia keselamatan samapi dirumah orangtuanya dan saat ia kembali lagi kemari.. *author say : Umiiinn….eh- Amiiiinnn…*

|Kibum PoV end|

Comments on: "FF – This Love and This Body are Yours – #1 – Yaoi" (16)

  1. aku uwd bc epep nie… dulu
    yg ngbuat q nangizzz
    tp koq author ga lnjut” sie? > .<

  2. weuww,,,,,>,<
    DAEBAK deh authornya…
    kekeke~~

  3. footnote😄
    daebak😀

  4. Uuuuuuuuyyyyyyyyyyy……..
    SiBum!!!
    Daebak!!
    Keren, keren …….
    Ahahahahahahahahahahaha
    Lanjutttt~~~~~~~~~

  5. mirah,yewon donk yewon.siwon pantes bgt di jadiin cast yaoi,wkwk

  6. kurang panjang dan kurang HOT #PLAK
    Siwonnie.. bisa juga menjadi seperti itu aw aw aw…

  7. Buatin NC HanChull dunkss

  8. Ya ampun, wonnie~~~~ maen hantem aja. kasian bummie nya kan msh virgin. tsk tsk tsk

  9. Langsung klik next >>

  10. Eonni bgus bgt! Eh tp knp aku gk nemu chap 2 ya? Bingung ndiri

Comment kamu ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: