슈퍼주니어

Title  : Oh Good-bye Days
Genre  : Romance, Friendship
Rating  : PG-15 aman!🙂
Cast  : Lee Hyuk Jae is YOU! , Park Hyo Rin *fiction*
Cameo  : Park Min Jae *fiction* > Hyo Rin’s father , Park Jung Soo > Hyo Rin’s mother , Eun Jae *fiction* > your Mother , Lee Dong Hae
Length  : Oneshoot
Disclaimer  : all casts is belong to themselves, SM Entertainment, their parent and GOD except fiction casts! And this fanfiction is MINE! DON’T COPYCAT! I Hate COPYCAT!!
A/N  : Saengil Chukkahamnida, baby Hyuk, love ya~ ♥♥♥~

********************************************************************************************

Kau sedang bermain pasir di bak pasir di taman dekat rumahmu ketika kau bertemu seorang anak gadis yang seumuran denganmu. Ia seorang gadis yang menurutmu cute untuk seukuran anak berumur 7 tahun. Ia sedang menikmati lollipop besarnya sambil memperhatikanmu membuat istana pasir.

“hey, kau anak baru di kompleks ini?” tanyamu masih sambil berjongkok di depan istana pasir yang kau bangun.

“yeah, kau benar. Aku Park Hyo Rin. Kau?” tanyanya mengajakmu berkenalan.

“aku? Aku Lee Hyuk Jae. Aku tinggal di blok B-3. Kau?” tanyamu lagi. Kau sangat ingin tahu lebih jauh tentangnya.

“aku blok B-7. Berarti jarak rumah kita tak begitu jauh.” katanya sambil tersenyum.

Kau terpesona karena senyumannya. Hingga kau merasa kau mulai merasakan perasaan yang biasanya dimiliki oleh orang dewasa yaitu CINTA.

“umurmu berapa?” tanyanya lagi.

“aku 7 tahun. Oh ya, ulangtahunku besok. Aku harap kau datang.” katamu sambil tersenyum ramah padanya.

“yes, i will..”

Hyo Rin pamit pulang kepadamu. Dan kau mengijinkannya. Kau tak henti-hentinya memandangi Hyo Rin dari jauh hingga ia tak tampak lagi di balik pohon-pohon besar nan rindang yang berjejeran di taman.

You love her at firstsight..

**

Hari ini adalah hari ulangtahunmu yang ke 7 tahun. Orang tuamu menyelenggarakan sebuah pesta kecil untukmu dan teman-temanmu. Kau berharap Hyo Rin datang. Dan benar saja Hyo Rin datang bersama orangtuanya. Kau menghampiri Hyo Rin dan mengajaknya berbincang.

“Hyo Rin-ah, aku senang kau datang. Terima kasih..” katamu sambil tersenyum.

“sama-sama. Karena kau yang langsung mengundangku, aku pastilah datang.” kata Hyo Rin dengan wajah riang.

Malam itu Hyo Rin mengenakan gaun berwarna ungu polos yang membuatnya sangat menawan malam ini.

Kau benar-benar terpesona hingga kau tak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihatnya. Ia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahmu hingga kau tersadar dari fantasimu tentang Hyo Rin.

“are you okay?” tanyanya.

“ah, i’m fine.” katamu sambil tertawa hambar karena malu Hyo Rin mengetahui kau sedang berfantasi.

“nanti pukul 9 malam aku tunggu di taman kita bertemu kemarin yeah? Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu.” katamu.

“sesuatu? Apa?” tanya Hyo Rin bingung.

“sesuatu yang spesial yang ingin kutunjukkan kepada sahabatku.” katamu sambil tersenyum.

“baiklah. Itu berarti kau akan meninggalkan pestamu.” kata Hyo Rin.

“tak masalah buatku.” katamu sambil tertawa.

“baiklah..”

**

Sudah pukul 9 malam. Kau menunggu Hyo Rin di taman tempat kalian berjanji bertemu. Kau meninggalkan pestamu demi memenuhi janjimu dengannya. ‘itu bukan pestaku..’ begitu kau sugesti dirimu sendiri.

“maaf Hyuk Jae, aku terlambat. Sangat sulit kabur dari orangtuaku.” kata Hyo Rin sambil terkekeh ketika ia sudah tiba di taman itu.

“tak apa-apa. Tapi apa orangtuamu tak mengkhawatirkanmu nanti?” tanyamu. Kali ini kau yang khawatir tentang orangtuanya.

“tidak mungkin mereka khawatir. Mereka masih mengurusi bisnis mereka dengan ibumu. Mungkin akan lama mereka sadar bahwa aku menghilang.” kata Hyo Rin sambil tersenyum lebar.

“tapi..”

“sudahlah, tak perlu kau pikirkan. Lalu, apa yang akan kau tunjukkan padaku?”

“ah, aku.. Aku ingin merayakan ulangtahunku bersama sahabatku berdua saja saat ini.” katamu sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil yang ternyata itu adalah potongan kue tart ulangtahunmu.

“tart? Untuk apa?” tanya Hyo Rin.

“untuk merayakan ulangtahunku. Bersamamu, berdua..” katamu.

Hyo Rin mengerjap-ngerjap bingung.
“baiklah. Aku akan membuatkan pesta kecil untukmu tiap tahun. Disini, berdua..” kata Hyo Rin akhirnya.

Kali ini kau yang terkejut. Tak menyangka bahwa Hyo Rin mau membuatkanmu pesta kecil untukmu.
“terima kasih.” katamu.

“kembali..” Hyo Rin membalasnya sambil tersenyum. “ayo nyalakan lilinnya.” sambungnya.

Kau nyalakan lilin di kue tart itu. Dan kalian berdua bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun. Kau amat bahagia dengan hal ini. Sangat bahagia..

>>

“terima kasih Hyo Rin-ah.”

“kau terlalu banyak mengucapkan kalimat itu, Hyuk Jae.” kata Hyo Rin.

“aku tak ada kalimat lagi yang bisa kuucapkan untukmu.” katamu sambil tersenyum.

“kau lucu, Hyuk Jae. Aku hanya berkata akan membuatkanmu pesta kecil, tapi kau begitu senang. Apa sebegitu berharganya?” tanya Hyo Rin.

“tentu saja. Orangtuaku tak pernah membuatkan pesta yang berkesan untukku. Dan kau tahu, aku tak punya teman seorang-pun.” katamu sambil menatap langit malam yang cerah.

“baiklah, aku akan membuatkannya untukmu. Aku janji. Tiap tahun..” kata Hyo Rin.

“janji?” tanyamu lagi.

“janji.” kata Hyo Rin menyodorkan kelingkingnya kepadamu.

Kau mengaitkan jari kelingkingmu di kelingkingnya. ‘janji jari kelingking.’

“baiklah aku akan menantinya..” katamu.

Hyo Rin tersenyum kepadamu. Imut. Manis. Cantik. Dan itu membuat dadamu bergemuruh hebat.

“ah, selain itu aku juga ingin tunjukkan sesuatu kepadamu.” katamu.

“apa?” tanya Hyo Rin penasaran.

“meteor shower..”

Tepat saat kau menyelesaikan kalimatmu, ribuan kilatan cahaya muncul di langit malam.

“waah.. Indah sekali..” kata Hyo Rin terkagum-kagum.

“katanya malam ini akan ada hujan meteor. Jadi aku mengajakmu kemari selain untuk pesta ini. Kau suka?” jelasmu panjang lebar.

“aku suka. Sangat suka.” kata Hyo Rin menatapmu dengan mata berbinar. Kalian saling tatap, dan itu membuat gemuruh di dadamu lebih, lebih, lebih keras lagi.

**

Tak terasa sudah hampir setahun kau dan Hyo Rin akrab, dan hampir setahun janji Hyo Rin padamu untuk membuatkanmu pesta kecil.

Besok adalah ulangtahunmu, dan kau sangat tak sabar menantinya. Bukan pesta meriah yang akan diadakan orangtuamu yang kau nantikan, melainkan janji pesta kecil dari Hyo Rin.

“Hyuk Jae-ah, besok kami buatkan pesta untukmu. Jangan lupa undang teman-temanmu, aratji?” kata Eun Jae -eomma-mu ketika kalian sedang makan siang.

“tapi eomma, bisa tidak kita mulai lebih awal?” tanyamu.

“baiklah. Jam 7 okay?” kata eomma-mu.

“iya. Aku mengerti. Terima kasih eomma..” katamu.

>>

Sirine mobil terdengar di depan rumahmu. Kau dan eomma-mu sedang menonton acara favorit kalian. Eomma-mu melihat kearah keluar ternyata itu adalah mobil keluarga Park. Jung Soo -eomma-nya Hyo Rin menghampiri eomma-mu.

“Eun Jae sshi, bagaimana kalau kalian ikut kami piknik ke lembah?” tanya Jung Soo ahjjumma.

“tapi kami tak enak mengganggu kalian.” kata eomma-mu.

“kami lebih merasa tak enak jika kau menolak ajakan kami.” kata Jung Soo ahjjumma.

“eomma, sebaiknya kita ikut saja. Daripada Jung Soo ahjjumma marah pada kita.” katamu.

Eomma-mu sedikit berpikir dan akhirnya menyetujuinya.
“baiklah, kami ikut.” kata eomma-mu.

“bagus! Cepatlah bersiap-siap.”

**

Di dalam perjalanan kau melihat Hyo Rin tidak seperti biasanya. Ia tak banyak bicara, senyumannya yang menawan tak ia perlihatkan. Yang terlihat hanyalah wajah muramnya.

“Hyo Rin-ah kau baik-baik saja?” tanyamu.

“aku baik-baik saja, Hyuk..” kata Hyo Rin lirih sambil menatapmu sendu.

Kau tak berniat lagi mengajaknya bicara setelah kau tahu suasana hati Hyo Rin sedang tidak baik. Tak lama, kalian sampai di lembah dimana kalian akan piknik. Lembah itu sangat indah, dikelilingi tebing-tebing yang landai, dan dikelilingi kebun bunga dandelion yang sedang gugur. Kelopaknya yang putih dan ringan terbang terbawa angin. Dan itu sangat indah.

Min Jae -ayahnya Hyo Rin menggelar tikar untuk kalian duduk. Kau melihat Hyo Rin yang sedang menyendiri di tengah-tengah ladang dandelion.

“eomma, aku akan menemani Hyo Rin.” katamu kepada eomma-mu.

“baiklah, jangan pergi terlalu jauh.” kata eomma-mu.

Kau berlari menghampiri Hyo Rin dan duduk disampingnya.

“seharusnya kau nikmati suasana ini Hyo Rin-ah.” katamu mengejutkannya.

“kau tak mengerti Hyuk.” kata Hyo Rin.

“maksudmu?” kau kebingungan dibuatnya.

“ah, lupakan.”

“oh ya, Hyo Rin-ah, besok aku akan menunggumu di taman pukul 9 malam. Jangan terlambat, okay? Aku tak sabar menanti esok.” katamu.

Hyo Rin menatapmu nanar. Kau jadi salah tingkah.

“ke-kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyamu.

Ia mendekatkan wajahnya ke wajahmu, dan bibirnya akhirnya menyentuh bibirmu. Hangat. Basah. Lembut. Dan.. Manis. Kau bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahmu.

“aku pernah melihatnya di drama. Eomma dan appa sering melakukannya. Dan kata mereka itu untuk menunjukkan kasih sayang kita kepada seseorang.” ucap Hyo Rin dengan wajah memerah.

Kau terdiam. Otakmu belum bisa memproses apa yang baru saja terjadi. ‘that’s my first kiss..’ batinmu.

**

Hari ini ulangtahunmu. Kau sudah selesaikan pesta ulang tahunmu sejak tadi. Dan kini kau menunggu Hyo Rin di taman tempat kalian berjanji akan bertemu.

1 jam..
2 jam..
3 jam..

Ini bahkan sudah lewat dari tanggal 4 April, lewat dari hari ulang tahunmu dan ia tak datang. Kau mulai cemas. Mungkinkah sesuatu yang buruk terjadi padanya? Jika iya, kau tak bisa maafkan dirimu sendiri.

Kau yang panik langsung berlari, mencari Hyo Rin di sekitar taman dan sekitar jalanan kompleks. Tapi kau dikejutkan dengan suara eomma-mu yang memanggil-manggilmu.

“untunglah kau eomma temukan. Kau kenapa bisa disini? Bukannya kau bilang akan ada di taman?” kata eomma-mu.

“iya, aku sedang mencari Hyo Rin, eomma. Ia berjanji akan menemuiku di taman tapi ia tak datang. Aku takut terjadi hal buruk padanya.” katamu sambil terengah-engah.

“lupakan Hyo Rin, lupakan semua tentang Park Hyo Rin dan janjinya. Ia tak akan datang malam ini dan untuk seterusnya.” kata eomma-mu.

“kenapa? Kenapa eomma berkata seperti itu? Apa terjadi sesuatu padanya?” tanyamu khawatir.

“ia sudah tak ada disini lagi. Ia sudah tak ada di Korea lagi sejak sore tadi. Ia sudah pindah ke Kanada.”

**

Sudah sekitar 10 tahun berlalu sejak kejadian perginya Hyo Rin tanpa pamit darimu. Kau sangat shock mendengar kabar itu. Tak bisa kau pungkiri bahwa kau teramat kecewa terhadap Hyo Rin. Tapi dengan berbekal kekecewaan itu kau tetap setia menunggu Hyo Rin di taman tempat biasa kalian bertemu tiap ulangtahunmu sembari berharap Hyo Rin datang dengan senyumannya yang mampu membuat dadamu bergemuruh hebat tapi apa daya ia tetap tak datang.

Kau yang sekarang adalah kau yang berusia 18 tahun, seorang siswa sekolah menengah terfaforit di kotamu. Dan kau sangat bangga akan hal ini.

>>

Kau tiba di sekolahmu pagi-pagi sekali. Tapi kau heran ketika kau mendapati sekolah sudah ramai di sepagi ini. Kau menghampiri ketua kelasmu dan bertanya padanya apa yang terjadi. Ternyata seisi sekolah heboh hanya karena akan ada siswa transfer dari luar negeri.

Dan betapa terkejutnya kau ketika tahu siswa itu siapa..

“hallo everyone.. My name is Park Hyo Rin. Aku siswa transfer dari Kanada, nice to meet you all..”

Ia datang kembali ke hadapanmu, ia datang kembali ke kehidupanmu. Dan kau sangat bahagia. Kini Hyo Rin yang kau kenal itu berubah menjadi gadis yang sangat cantik, manis dan lebih imut.

Kebahagiaanmu tak sampai disana, ternyata Jung sonsaengnim -gurumu menyuruh Hyo Rin duduk disampingmu. Betapa bahagianya dirimu, seperti kau berada di surga saat ini.

“hai Hyo Rin.. Masih ingat aku? Aku Hyuk Jae.” katamu menyapanya.

Jawaban yang kau harapkan darinya adalah ia mengingatmu.

“maaf, Hyuk Jae siapa? Aku tak punya kenalan bernama Hyuk Jae.”

Hanya satu kalimat itu bisa langsung meruntuhkan dinding-dinding surgamu dan langsung menghempaskanmu ke tanah. Sakit. Sangat sakit. Hyo Rin tak mengingatmu. Atau mungkin ia bukan Hyo Rin yang kau kenal?

“kau tak mengenalku?” tanyamu lagi.

“tidak.”

Satu kata itu sudah benar-benar membuatmu merasakan sakit yang amat sangat di hatimu. ‘ia pasti bukan Hyo Rin yang kukenal.’ kau sugesti dirimu sendiri seperti itu.

Tapi apa kau percaya rencana Tuhan? Percayalah..

**

Berhari-hari, berminggu-minggu sudah berlalu. Sugesti yang kau tanamkan kepada dirimu sendiri mengenai Hyo Rin diluar dugaan ternyata sukses. Kau benar-benar menganggap Hyo Rin siswa transferan itu bukanlah Hyo Rin cinta pertamamu.

Kau sedang di kafetaria sekolah, menyelesaikan makan siangmu. Ternyata sesuatu tak terduga terjadi. Hyo Rin kakinya terantuk meja dan akhirnya sup yang dibawanya dengan sukses menyiram tubuhmu.

“ah.. Maaf!” serunya datar.

Kau geram dengan sikapnya yang acuh tak acuh. Dengan mudahnya ia berkata maaf?

“hei.. Aku tahu berkata MAAF itu memang mudah, tapi apa kau tak punya otak huh? Kau menyiramku dengan sup dan dengan gampangnya kau katakan MAAF!?” serumu. Suaramu hingga bergema di seluruh kafetaria.

“aku tak sengaja. Kau lihat, kakiku terantuk meja. Jadi itu bukan salahku.” kata Hyo Rin lalu melangkah pergi.

Kau cengkeram dengan erat lengannya untuk mencegahnya pergi.
“ikut aku! Kau harus tanggung ini.” katamu menariknya keruang loker.

>>

“cuci ini sampai bersih. Aku tak ingin ada setitik noda-pun yang masih tertinggal disana. Mengerti!?” titahmu pada Hyo Rin.

“kau menyuruhku mencuci seragammu? Bahkan itu bukan karena kesalahanku.” kata Hyo Rin sambil melempar seragammu itu hingga masuk ke bak sampah.

“kau!!” serumu geram. Kau sudah mengangkat tanganmu hendak menamparnya.

“kenapa berhenti? Kau akan menamparku kan? Silahkan tampar sesukamu!” bentaknya.

Kau urungkan niatmu dan kau turunkan tanganmu dari udara dan mengepalnya kuat-kuat, meluapkan emosimu pada kepalan tanganmu yang semakin kencang.

“setidaknya kau harus bertanggung jawab, Hyo Rin sshi. Kau sudah menyiramku dengan sup dan sekarang kau tak mau bertanggung jawab?” katamu dengan nada meremehkan.

“aissh! Fine! Aku akan mencucikan seragammu!” serunya lalu memungut seragammu dan pergi dari ruang loker itu.

**

Suatu ketika kelasmu mendapatkan siswa transfer lagi. Kali ini dari China. Namanya Lee Dong Hae yang sebenarnya berasal dari Korea tetapi karena orangtuanya di mutasi ke China dan ia ikut orangtuanya ke China.

Jung sonsaengnim menyuruh Dong Hae duduk di tempatmu dan membuatmu pindah ke bangku dekat ketua kelas anehmu -Jong Woon. Diluar dugaan Hyo Rin dan Dong Hae cepat akrab. Tidak sepertimu dan Hyo Rin yang selalu meributkan masalah sepele.

“tsk, lihat gadis itu. Pura-pura baik di depan orang padahal di dalam hatinya busuk.” gerutumu. Kau boleh jujur, jika kehadiran Dong Hae membuatmu sedikit -jealous. Tapi kau tak mau mengakuinya. Kau terlalu menjaga image-mu.

“hey Hyuk, Hyo Rin itu gadis yang baik. Kau salah kalau kau katakan ia gadis bermuka dua.” celetuk Jong Woon.

Ketua kelas anehmu ternyata mendengar kata-katamu.
“kau tahu apa tentangnya? Dia pintar menyembunyikan kepribadian aslinya yang urakan.” hasutmu.

“apapun yang kau katakan, aku tetap melihat Park Hyo Rin sebagai gadis baik.” sangkal Jong Woon.

“aissh! Matamu sudah dibutakan olehnya!” serumu.

“Hyuk Jae sshi, silahkan diluar jika anda ingin teriak-teriak.” kata Jung sonsaengnim memarahimu. Ternyata ia mendengar seruanmu.

“maaf, sonsaengnim.”

**

Semakin waktu semakin akrab. Semakin waktu semakin sakit. Itu yang kau rasakan ketika melihat Hyo Rin dan Dong Hae yang semakin lama semakin akrab. Kau dengar gosip bahwa mereka telah menjadi sepasang kekasih dan itu membuatmu lebih sakit lagi. Sangat sakit sekali, sampai-sampai tanpa kau sadari tanganmu memegang dadamu. Dadamu yang sakit karena cinta.

“Hyo Rin-ah, mana laki-laki yang kau ceritakan padaku lewat e-mail dulu?”

“dia sekelas dengan kita. Dia yang mempunyai bangku yang kau duduki sekarang.”

“benarkah? Tapi aku tak pernah bertemu dengannya.”

“bagaimana bisa kau bertemu dengannya Dong Hae-ah, ia selalu menghindar dariku dan darimu.”

“tapi setelah sekian tahun kalian tak bertemu, kenapa kau tak akrab dengannya? Kau sudah katakan padanya bahwa kau Park Hyo Rin yang ia kenal kan?”

“belum. Aku terlalu pengecut mengatakannya. Aku takut ia akan membenciku ketika ia tahu aku adalah Hyo Rin, sahabatnya yang sudah ingkari janjinya dan pergi tanpa pamit.”

“tapi, begini juga bukan jalan terbaik.”

“aku tahu itu..”

Kau dengarkan percakapan yang tak seharusnya kau dengar antara Park Hyo Rin dan Lee Dong Hae ketika kau di perpustakaan. Tapi siapa yang mereka bicarakan? Kau tak ambil pusing dengan semua itu. Hatimu sudah cukup sakit mengetahui Hyo Rin dan Dong Hae pacaran. Oh baiklah, kau sudah mengakuinya sekarang. Kau menyukai Hyo Rin setelah 10 tahun kau tenggelam dalam cinta pertamamu dulu.

**

4 April 2011

Kau rayakan ulang tahunmu yang ke 18 tahun dengan mengadakan pesta di rumahmu. Kau rayakan pesta ini sesuai dengan tahun sebelumnya -lebih awal karena kau memiliki janji dengan Hyo Rin-mu. Bukan Hyo Rin masa kini, tapi Hyo Rin masa lalu, cinta pertamamu.

Kau membawa sepotong kue ke taman tepat pukul 10 malam. Dan kau nyalakan lilin disana. Kau menyanyikan lagu ulang tahun sendirian.

“sebelum tiup lilin, make a wish. Okay, i wish i become better man than before, and i wish Hyo Rin here with me.” untuk permohonanmu yang terakhir kau tersenyum ketika mengucapkannya. Kau merasa ini lucu, karena tak mungkin seorang yang jauh disana ada bersamamu saat ini, kecuali miracle.

“keinginan terakhirmu terkabul Hyuk Jae.” kata seseorang dibelakangmu.

“kau.. Park Hyo Rin apa yang kau lakukan disini?” tanyamu saat tahu bahwa orang itu Hyo Rin.

“buat apa katamu? Tentu saja memenuhi janjiku yang tak bisa kupenuhi 10 tahun lalu, ketika aku pindah ke Kanada. Janji membuatkan pesta kecil disini untuk kita, berdua.” kata Hyo Rin.

Matamu terbelalak lebar.
“wh-what did you say?”

“aku Park Hyo Rin, teman mainmu saat kita kecil disini. Rumah kita hanya berjarak 3 rumah. Dan, tiuplah lilinnya sebelum meleleh.” kata Hyo Rin menunjuk lilin yang hampir meleleh di potongan tart yang kau bawa tadi.

Kau teringat dengan lilin yang belum kau tiup. Kau meniupnya dengan gugup. “so?”

“so? Happy birthday Lee Hyuk Jae.” kata Hyo Rin sambil tersenyum manis. Senyuman yang membuat dadamu bergemuruh sejak dulu hingga kini.

Kau langsung memeluknya.
“akhirnya kau kembali! Aku senang..”

“maaf aku pergi tanpa bilang padamu, dan maaf aku mengingkari janjiku, dan maaf lagi karena aku pura-pura tak mengenalimu.”

Kau lepaskan pelukannya dan menatapnya tajam sejurus.

“i-itu karena aku takut kau marah padaku dan aku pengecut.” sambung Hyo Rin.

“tenanglah, aku sudah maafkan kau.” katamu tersenyum.

“benarkah?”

“iya. Dan aku punya sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.” katamu senang.

“benarkah? Apa?”

“ikut aku.”

**

Kau mengajaknya masuk ke kamarmu dan menutup semua pintu dan jendela agar tak ada secercah cahaya masuk.

“kau sedang apa? Kau aneh. Dan kau tahu, aku sedikit takut denganmu karena kita berdua di ruangan ini.” kata Hyo Rin cemas.

“tenanglah. Kau duduk saja di tempat tidurku.” suruhmu.

Hyo Rin mengikuti saranmu. Ia duduk bersila di pinggir tempat tidurmu. Dan kau ikut duduk disampingnya.

“kau siap?” tanyamu.

“huh?”

Tik! Kau jentikkan jarimu sekali dan ruangan menjadi gelap.

“kenapa mati?” tanya Hyo Rin panik.

“tenanglah, kau coba lihat ke dinding.” katamu.

Hyo Rin melihat ke dinding dan betapa terkejutnya ia ketika melihat sebuah grafitti di dinding kamarmu yang kau buat dengan cat khusus yang bisa menyala hanya dalam gelap.

Itu grafitti tentang perasaanmu pada Hyo Rin. Hyo Rin hanya diam.

“itu.. sangat indah.” kata Hyo Rin sambil menatapmu.

Kalian bisa saling melihat wajah kalian walau tidak begitu jelas karena sinar yang masuk hanya sedikit.

“kau suka?” tanyamu.

“sangat suka. Tapi, ini ulang tahunmu, kenapa aku yang dapat kado? Seharusnya aku yang memberikanmu kado tapi aissh.. aku tak punya.” ujar Hyo Rin.

“kau, jadilah kekasihku dan tinggalkan Dong Hae. Itu bisa jadi kado terindah buatku.” katamu menatap matanya.

“tinggalkan Dong Hae?” tanyanya sambil tertawa.

“iya. Kenapa? Kau tak mau?” tanyamu lagi.

“aku dan Dong Hae hanya teman dan tidak lebih.” kata Hyo Rin mencoba meyakinkanmu.

“jadi..”

“aku mau Hyuk Jae. Aku sangat mencintaimu. Sejak dulu.” kata Hyo Rin.

Kebahagiaan menyusup ke dalam hatimu.
“benarkah?”

Hyo Rin mengangguk.

“terima kasih..”

Kalian berciuman di terangi cahaya bulan yang menyusup di sela-sela gorden. Kau dorong tubuh Hyo Rin hingga terjatuh di tempat tidur. Dan kau cium ia lagi. Dengan nafsu, kasih sayang dan cinta yang melebur jadi satu.

“kau sentuh apa Hyuk Jae?!”

“biarkan aku menyentuhnya..”

“hentikan- hmmp!”

“kau ingin kuhentikan sekarang?”

“ah.. Teruskan..”

“bagus..”

“ah…”

“ahh!”

*so it’s END HERE!*

Fuhh..
So tired write this FF. ~o~

Saengil chukkahamnida..
Happy birthday my baby Hyuk.

Wish you become better man than before,
Wish your carreer always good,
and wish you always love me and love our baby *this is fiction* :*
sarangHAEyo~ ♥

– with all of my love from your beloved wife Cho Eun Young –

Comments on: "FF – Oh Good-bye Days – Special Eunhyuk Birthday – Oneshoot" (2)

  1. crtnya sangat lmbut..aq sk bgt..

  2. Aku kira mau NC wakaka xD

Comment kamu ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: