슈퍼주니어

FF ini murni bukan hasil karya saya ! Saya hanya copy paste dengan ijin penuh dari sang pemilik . Don’t BASH !

**

The Code of Vulgar

Pairing : Minho x Taemin

Genre : NC

Author : RedBlood

Nb       : ini cerita setelah mrk baru jadian. Dcrita pertamakan dskip lgsg crita pas mrk dah lama jadian ^_^

Aku mengobrol basa-basi dikamar Minho sambil menikmati cheese cake stroberi yg dibelinya saat hendak kerumahnya. Kami mulai tertawa bersama, membicarakan banyak hal. Dan sewaktu cake kami habis, kami mulai rileks.

Minho terdiam sesaat, menatap mataku, dan rasanya, aku tidak tahu, rasanya tatapannya sangat kuat, sehingga setelah beberapa detik yg terasa seperti beberapa jam, aku menjadi sangat salah tingkah. Karena itu aku mengalihkan padanganku.

Lalu kurasakan jemarinya mengelus lembut pipiku. Dan bulu kudukku meremang.

“aku tidak pernah membayangkan akan jatuh cinta dengan dirimu” ucapnya lembut. Masih mengelus2 wajahku. Jangankan dia, bahkan aku pun tak pernah membayangkannya.

Tiba2 disaat seperti itu aku melakukan hal bodoh. Aku menguap. Hei! Taemin dalam keadaan seperti ini bisa2nya kau merasa mengantuk. Umpatku pada diri sendiri. Tapi tubuhku memang terasa sangat lelah setelah aku di suruh lari lima putaran di lapangan saat mata pelajaran olahraga di sekolah.

“kau capek?” ujarnya lembut. Dan aku mengangguk.

“yah, lumayan. Tadi pas olahraga aku disuruh lari lima putaran” keluhku merengut manja.

“bagaimana kalau kubuatkan Teh? Setelah itu kau bisa pergi tidur” aku mengangguk lagi, dengan langkah gontai aku menuju tempat tidur Minho. Dan berbaring.

Minho pergi untuk membuat teh, lalu beberapa saat kemudian dia kembali dan menyajikan teh di meja kecil di hadapanku. Minho duduk dilantai di samping tempat tidurnya, kemudian menepiskan rambut dari mataku. Aku tahu seharusnya aku merasa gugup dalam situasi ini, tapi perlakuan Minho membuatku begitu nyaman. Aku tidak pernah menyangka bahwa selain dia tampan dan jago olah raga, dia juga sangat baik dan perhatian.

Sejak kami jadian 5 hari yg lalu, Minho tidak pernah terlihat atau memancingku untuk bercinta dengannya. dia seperti takut dan masih merasa bersalah atas tindakannya yg menyakitiku waktu itu. bahkan diriku sendiri juga masih ada rasa takut. Namun aku tahu telah melampaui batasan untuk merasakan itu, apa yg harus kukatakan. Apa reaksinya bila aku memintanya untuk menyentuhku lebih sekarang.

Aku cuman berbaring dan mendapati diriku memusatkan perhatian pada tangannya, tidak sanggup menatap matanya yg sedang menatapku. Tangannya besar dan kuat, yg menepiskan rambut dari mataku, kemudian membelai pipiku, dan akhirnya berhenti di daguku.

Aku tidak memiliki energi maupun, sejujurnya keinginan untuk menolaknya. Ayolah, aku ada disini, di dalam kamarnya. Dengan lelaki yg menakjubkan ini, dan aku harus menolak? Kurasa tidak. Selain itu aku ingin tahu bagaimana rasanya berbaring di sisi mahkluk setampan ini.

Aku ingin tahu bagaimana kulitnya di bawahku kulitku, bagaimana rasanya, dan seperti apa. Sebaiknya aku akui, kejadian2 itu pernah aku alami. tapi sebetulnya aku tidak menikmatinya, bahkan dia melakukannya karena memikirkan org lain. Namun hari ini, bila aku punya cukup kekuatan untuk memintanya, dan membuatnya lebih berarti bahwa sekarang aku adalah kekasihnya, apakah dia bersedia? Atau dia masih takut untuk menyentuhku lebih, takut akan menyakitiku lagi.

Ia mengangkat daguku dengan lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku seperti adegan film, terjadi dalam gerakan lambat. Dan akhirnya bibir yg sempurna itu menyentuh bibirku, dan ia menciumku. Begitu pelan, lembut dan manis.

“tidurlah, aku akan menemanimu di sini”sahutnya saat melepaskan bibir lembutnya itu dari bibirku yg masih menginginkannya.

“sepertinya aku tidak bisa tidur” bisikku. Aku meraih wajahnya lembut dan menciumnya. Lalu melumatnya. Dan dia membalasnya. Setelah beberapa menit kami berdua berhenti dan tersengal2.

“aku ke kamar mandi dulu” kata Minho sambil beranjak berdiri. Aku langsung duduk dan menarik lengannya. Dengan kedua tanganku. Tanganku bergetar pelan.

“Taemin?” serunya. Aku hanya menunduk. Dan kurasakan wajahku panas.

“aku ini kekasihmu kan?” tanyaku gugup.

Dia berlutut di hadapanku. Mengangkat wajahku. “tentu saja kau ini kekasihku Taemin” jawabnya lembut dan heran dgn pertanyaanku. Sambil mengusap pipiku.

Aku memandangnya, wajahku memerah dan mataku mulai merebak. Sejenak tak ada yg bersuara. Minho menatap wajahku yg memerah. Aku membalas tatapannya, dadaku naik turun, darah menderu2 di telingaku. Lalu Minho hendak berdiri pergi. Aku masih menggenggam lengannya tak mau melepaskanya.

“jangan pergi” aku meremas lengannya, menatapnya memohon. Wajahku panas. tiba2 Minho menciumku.

Mulutnya membuka mulutku, kami saling melumat, dan menjadi tak terkendali.

dan dia sudah melepas kemejaku, sedangkan aku gerapan membuka kancing kemejanya krn serangan2 ciumannya yg tak terlepas dr bibirku. Kemudian mulutnya mencapai dadaku di area pinkku yg mencuat dan aku terkesiap penuh gairah ketika Minho merebahkanku di tempat tidurnya yang hangat oleh sinar matahari.

Dia menjilati dan mengisap area pink di dadaku. Aku mengerang. Minho menarik celanaku lalu celana dalamku hingga lepas. Tangannya.. jari2nya. Bergerilya di milikku dan area tempat dimana dia akan menyinggahinya. Aku tersengal2. Selang beberapa saat aku terpaksa menutup mata karena aku benar2 malu, meskipun tak lama sesudah itu aku tidak merasa begitu lagi karena perasaan luar biasa ini mulai menjalari sekujur tubuhku. bergerak tak terkendali menahan nikmat. Sensasi Setiap sentuhannya membuat tubuhku bergetar hebat.

“Minho, Minho..” erangku. Saat dia mulai mengulum dan melahap rakus milikku. Aku menekankan kepalanya lebih dalam dan mengharapkan kenikmatan yg lebih darinya.

Setengah jam kemudian, aku menjerit tertahan, dan membiarkan cairan putih mengenai wajahnya.

“maaf” seruku terengah2. Dan Minho hanya menggeleng. Lalu dia mengecup milikku. Menjilat dan mengisap milikku yg memerah dan melemah.

“ah, Minho, jangan..” tubuhku mengejang. Menjerit dan mengerang. Kemudian Minho beranjak duduk menjilati jemarinya dia memandang tajam bergairah padaku. Dia mulai membuka celananya. Mengangkat kedua kakiku ke bahunya dan dapat kurasakan rasa hangat dan keras memasuki diriku dan berusaha menerobosnya. Aku menjerit tak karuan, menggigit bibirku ketika laju tubuhnya semakin cepat menerjangku. Dia mendekatkan wajahnya padaku, dan aku langsung merangkulnya. Kami berciuman, melumat.

Minho menarik tubuhku kedalam dekapannya membuatku terduduk dipangkuannya. Masih berciuman. Tubuh liat kami saling bergesekan. Kemudian aku mendorongnya lembut, dan tahu2 ia sudah berbaring terlentang sementara aku berada di atasnya, menindihnya.

Dia menyentuh pipiku, lalu mengusap bibirku. Leherku. Kemudian mencengkram pinggangku. Dan mengizinkanku bergerilya diatasnya. Membiarkannya memandang diriku yg bergairah karenanya.

Aku bergerak naik turun dengan cepat. dan jeritanku memenuhi seluruh kamar. aku bahkan tidak tahu darimana suara itu berasal, aku cuma tahu suara itu datang dari dalam, dan aku tak dapat menghentikannya. Tapi aku tidak menginginkannya, karena ini rasanya begitu mengesankan dan menyenangkan. Jauh dari saat pertama kali aku bercinta dengannya.

yg ini penuh dengan perasaan saling mencintai dan saling ingin memiliki dari kedua belah pihak bukan sepihak.

Beberapa jam kemudian kurasakan rasa hangat memenuhi bagian dalam tubuhku. Aku menekan dan sedikit bergerak agar seluruh cairannya seutuhnya masuk dalam tubuhku dan menandai bahwa aku adalah miliknya sepenuhnya.

Kemudian aku pun jatuh terkulai di dadanya.

“Taemin” Minho menggulingkan tubuhnya kemudian menatapku, mencium pipiku dengan lembut.

“Minho” gumanku, menatapnya. Masih mencoba menghayati apa yg baru terjadi. Aku merasa luar biasa, aku juga agak tercengang. Semuanya begitu menakjubkan, begitu di luar dugaan.

“ini tidak seperti yg biasa kualami” ujar Minho.

Menurutmu begitu? Bagaimana dengan aku? Seumur hidup aku belum pernah mengalami apa pun yg nyaris membuatku meledak.

“aku mengerti” bisikku. Baginya dan bagiku ini benar2 pertama kali. Yg dulu tentu saja tak masuk hitungan.

“untuk orang yg belum pernah bercinta” ujarnya sambil meraih dan menggenggam tanganku, “ kau benar2 luar biasa”

Kurasakan wajahku memerah. Dia menciumku lalu tertawa. Dan aku pun tertawa . ia membuatku merasa santai.

“ini adalah hal terbaik yg pernah aku alami dalam hidupku”

“Mmm” sahutku, rasa kantukku mulai mendera kembali krn lelah “juga untukku” gumamku, dan sejauh itu yg ku ingat.

Minho beranjak berdiri, membopong Taemin. Dan merebahkan Taemin ke arah yg benar. Menyelimuti Taemin sampai ke dagu agar tidak kedinginan. Taemin mengguman sesuatu kemudian membalik tubuhnya, masih terlelap.

“terima kasih” bisik Minho saat mengecup Taemin dengan lembut di lekuk lehernya. “terima kasih kau sudah mencintaiku, membuatku bertemu denganmu walau kau seorg pria. Apakah kau akan marah kalau aku katakan bahwa kau sungguh manis? Bahwa dimataku kau begitu sempurna”

“aku mencintaimu” Minho mengelus lembut rambut Taemin dan setelah itu ia pergi ke kamar mandi.

~THE END~


Comments on: "[FF] The Code of Vulgar [Extra] – 2Min" (5)

  1. CutieShawoll said:

    huaaaaaa.. soo sweet.. sweet.. huaaaaaaaa..
    hah.. nc lg ya.. daebak orng yg bt ni ff.. kren2.. hhe..

  2. Aduh,muaniz bget! Gak ada kekerasan just let it flow¤bhasaguwe==*
    tp,bener loh author,cweet!

  3. sintaa88 / choiryuna said:

    Astaga mau jadi taemin😄
    So sweet haha
    Ffnya juga hot ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

  4. Ff temenmu hot min, suruh temenmu bikin lagi gih min *ngancem admin

Comment kamu ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: