슈퍼주니어

Title: Secret Love

Author: Ayumi Lee (@bbangyongguk)

Main casts: Moon Jongup of  B.A.P (@BAP_Jongup), Ai Lee (@Real__J)

Support Casts: SECRET member

Rating: PG

Chapter: I. The Meeting

Disclaimer: The concept and the fict is MINE! But the plot is belong to my unnie, Lee Shinbee (@lee_shinbee) ^^ Thanks to her~

A/N: My first fanfiction about B.A.P. Feel free to leave comment.

The First Meeting – Weird

Alunan musik terdengar mengalun dari sebuah ruangan di sudut koridor. Alunan musik bergenre hip hop itu ternyata digunakan sebagai background music untuk latihan. Seorang anak laki-laki berumur sekitar 17 tahun terlihat meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti alunan musik. Gerakannya sangat lincah. Bagaimana tidak, ia adalah lead dancer di groupnya, B.A.P. Siapa lagi kalau bukan Moon Jongup.

Jongup –begitu biasa ia dipanggil, sedang berlatih seorang diri. Mengasah kemampuan menarinya menjadi lebih baik sehingga ia tidak memalukan nama groupnya karena telah memilihnya sebagai lead dancer.

Saat itu tengah malam, jadi tak seorang pun berkeliaran di sana. Tapi tiba-tiba, ada seseorang yang mengganggu latihannya. Orang tersebut masuk begitu saja ke ruang latihan dan mematikan musik yang sedang mengalun. Otomatis, gerakan Jongup terhenti. Jongup berdiri menghadap cermin besar di hadapannya, ia dapat melihat dengan jelas siapa yang berani mengganggunya.

“Kali ini giliranku,” kata orang itu.

Jongup berbalik.

“Maaf? Sepertinya hari ini tidak ada jadwal latihan, jadi ruangan ini milikku,” Jongup membalas perkataan orang itu.

Well, Jongup sebenarnya agak terkejut ketika ia tahu siapa yang mengganggu latihannya malam itu. Seorang gadis, ah bukan, seorang bidadari yang sepertinya baru saja turun dari langit. Gadis itu sangat bersinar di matanya.

“Pokoknya kali ini giliranku. Sekarang ruangan ini adalah milikku,” kata gadis itu keras kepala.

Jongup hanya terdiam.

“Ah, baiklah. Aku akan berlatih di taman,” kata Jongup langsung membereskan barang-barangnya.

Jongup hendak melangkah keluar, tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara yang memanggil namanya.

“Jongup sunbaenim… tolong ajari aku menari,”

“Apa..?”

Jongup berbalik, ia berusaha menahan tawa.

“Kau bilang apa? Mengajarimu menari? Bukannya kau baru saja mengatakan bahwa ruangan ini milikmu? Dan sekarang kau memintaku mengajarimu menari. Lucu sekali,” Jongup memegang perutnya menahan tawa.

“Aku…aku…” gadis itu menunduk.

Jongup melangkah ke sudut ruangan dan meletakkan tasnya disana.

“Baiklah, aku akan mengajarimu,” Jongup menepuk kepala gadis itu.

“Benarkah?”

“Benar. Seorang sunbaenim harus mengajari hoobae-nya bukan? Aku akan mengajarimu,” Jongup tersenyum.

“Terima kasih! Terima kasih banyak!” gadis itu membungkuk dalam sambil mengucapkan kata terima kasih.

Jongup hanya tersenyum tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia belum mengetahui nama gadis itu, “Namamu siapa?”

“Ai! Aku Ai Lee!” kata Ai semangat sambil tersenyum.

The Second Meeting – Warm

Kali itu TS Entertainment mengadakan sebuah pesta besar untuk memperingati hari jadi perusahaan mereka. Jongup yang sibuk dengan kegiatan promosi bersama B.A.P baru bergabung di pesta ketika pesta hampir usai. Ketika hyunghyung, manajer dan anggota perusahaan lainnya mulai membuat acara khusus untuk orang dewasa, Jongup yang merasa umurnya belum mencukupi untuk bergabung dengan mereka akhirnya memutuskan untuk mengasingkan diri ke ruang latihan untuk berlatih menari.

Tidak mengasyikkan memang ketika perusahaan memiliki acara pesta, seharusnya Jongup menikmatinya tetapi ia memilih melatih kemampuan menarinya. Sepanjang koridor menuju ruang latihan, suara musik mengalun dengan sangat keras pertanda ada yang memakai ruang latihan. Jongup menghela nafas ketika keinginannya untuk berlatih tidak dapat ia wujudkan. Ia menengok sedikit dari pintu ruang latihan untuk mengetahui siapa yang menggunakan ruang latihan, ternyata seorang yang ia kenal. Gadis itu…trainee yang pernah berebut ruang latihan dan memintanya melatihnya untuk menari, Ai Lee.

Jongup membuka pintu ruang latihan hendak menyapa Ai, tapi ada yang menepuk bahunya dari belakang.

Hyung.” Zelo berada di belakang Jongup sambil mengucek matanya.

“Zelo? Kenapa?” Jongup berbalik dan bertanya pada anggota paling muda di groupnya tersebut.

“Aku mengantuk,” Zelo berkata persis seperti anak usia 6 tahun.

Aigoo, kau bisa tidur sendiri. Hyung masih harus latihan. Tidurlah, Zelo,” Jongup menepuk kepala Zelo yang tubuhnya lebih tinggi beberapa senti darinya.

“Baiklah, aku akan kembali ke dorm sendirian. Hyung jangan terlalu lelah, oke?” Zelo memperingatkan.

Jongup membuat tanda dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya membentuk huruf O.

Zelo dengan langkah lemas menuju pintu keluar dan menghilang di balik gelapnya malam. Sementara alunan musik sudah berhenti sedari tadi. Jongup berbalik dan membuka pintu ruang latihan pelan-pelan.

“Ah, Jongup sunbaenim,” Ai terkejut dan langsung bangkit dari duduknya lalu memberi salam dengan membukuk dalam.

Jongup tertawa hambar, “Tak perlu membungkuk seperti itu.”

Ai menggaruk lehernya yang tidak gatal.

“Apa yang membawa sunbae kemari?” Ai bertanya.

“Aku hendak latihan, tapi dari koridor aku mendengar suara musik, ternyata kau yang memakai ruangannya. Tarianmu semakin membaik,” Jongup memberi pujian sambil mengacungkan ibu jarinya.

“Ah, sunbae tidak perlu memujiku. Tapi terima kasih banyak. Ini juga berkatmu. Aku sering memperhatikan B.A.P latihan dan aku sedikit bisa menarikan tarian di lagumu. Jadi semua ini juga berkatmu,” kata Ai sambil tersenyum.

“Ah benarkah? Aku merasa senang,” Jongup tersipu.

Hening.

Suasana hening.

Tak satupun ada yang bersuara.

“Eh…” Jongup dan Ai sama-sama membuka suara.

“Ah, sunbae lebih dulu.”

“Ah tidak, kau lebih dulu. Ladies first.”

“Eh itu… sunbae tidak ikut pesta?”

“Ah…pestanya semakin tidak terkendali. Jadi aku lebih baik memisahkan diri,” Jongup tertawa sambil menggaruk tengkuknya.

“Ah begitu…” Ai hanya menganggukkan kepalanya.

“Lalu kau? Mengapa tidak bergabung dengan yang lainnya?” Tanya Jongup.

“Aku…aku akan segera debut jadi, sebaiknya aku latihan agar aku tampil nanti tidak mengecewakan orang-orang yang telah menjadi mentorku termasuk sunbaenim,” Ai tersenyum malu.

Jongup merasakan pipinya menghangat, “Kau akan segera debut? Wah itu sangat hebat!” Jongup bertepuk tangan.

“Ah terima kasih,” Ai menunduk malu. “Ah, sebentar sunbaenim, aku ada sesuatu untukmu,” Ai berbalik dan mencari sesuatu di tasnya.

“Aku akan mendapat hadiah?” Jongup berkelakar.

Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Ai kembali ke hadapan Jongup.

“Ini,” Ai menyodorkan beberapa lembar tiket kepada Jongup.

“Ini…”

“Tiket drama musical pertamaku, seperti debut stage,” Ai tersenyum.

“Kau adalah aktris? Maksudku, kukira kau akan debut sebagai soloist atau sebagai anggota girl group,” Jongup mengerjapkan matanya tak percaya.

Ai mengangguk, “Ada yang salah, sunbaenim?”

“Ah tidak, hanya saja, tarianmu sangat sempurna dan cocok sebagai anggota girl group. Tapi sebagai aktris? Itu lebih hebat lagi! Aku pasti datang!” Jongup tersenyum lebar sambil menepuk pucuk kepala Ai.

Senyum merekah di bibir Ai, “Benarkah?! Terima kasih sunbaenim! Aku pasti tidak akan mengecewakanmu,” Ai membungkukkan badannya.

Aigoo tidak perlu terlalu formal~!”

The Third Meeting – Nervous

Saat itu di musim dingin di Korea. Suhunya hampir mencapai -20°. Ai berada di ruang gantinya. Duduk di depan meja rias, memandangi wajahnya di cermin. Ia seakan tidak percaya bahwa hari itu adalah hari yang sangat berarti bagi karirnya kelak. Debut Stage.

Terdengar ketukan pintu. Ai bangkit dan berjalan ke arah pintu membukakan pintu untuk tamunya. Ia terpaksa menyeret-nyeret gaunnya yang panjang. Ai membukakan pintu ternyata disana telah adasunbaenimnya, SECRET.

“Ah, SECRET sunbaenim~” Ai tersenyum.

“Ai, selamat ya hari ini kau akan debut. Wah, kau cantik sekali~!” Hyosung menyerahkan sebuket bunga kepada Ai sambil tersenyum.

“Terima kasih sunbaenim. Kukira kalian tidak akan datang. Kalian ‘kan punya jadwal yang sangat padat. Terima kasih sudah datang,” Ai tersenyum.

“Kami ingin melihat adik kesayangan kami di panggung, maka dari itu kami mengosongkan jadwal kami hari ini. Demi kau, Ai~” kata Jieun.

“Terima kasih sunbaenim,” Ai memeluk Jieun.

“Baiklah, kami akan menunggumu tampil di panggung. Kami akan menjadi penontonmu selama 2 jam ke depan. Lakukan yang terbaik, okay?” Sunhwa mencubit pipi Ai.

“Tentu saja, sunbaenim. Aku akan membuat kalian menjadi fans-ku,” Ai menjulurkan lidahnya.

“Sampai jumpa di panggung, Ai. Lakukan yang terbaik, okay~” Hana memberi semangat sebelum akhirnya semua anggota SECRET pergi dari sana.

Ai kembali duduk di meja rias. Seorang stylist masuk ke ruangannya, mengecek ulang semua penampilan Ai sebelum naik ke atas panggung.

Unnie, apa aku terlihat cantik?” tanyanya kepada stylist unnie-nya.

Wonderful, Ai,” stylist unnie mengacungkan kedua ibu jarinya.

“Terima kasih..” Ai tersipu.

Ia merasa seperti ada yang kurang. Orang itu, Ai ingin ia memuji dirinya seperti stylist unnie-nya dan Hyosung. Dia….

“Ai, bersiap-siap untuk press conference ya,” manajernya memperingatkannya.

“Baik, oppa.”

Setelah memeriksa penampilannya sekali lagi, Ai meninggalkan ruang ganti dengan langkah gugup, menuju tempatnya untuk press conference sebelum tampil di panggung debutnya.

To Be Continued~

ps: err mohon review ya /.\ udah lama ga nulis ;A;

model on poster (failed edit):

B.A.P’s Moon Jongup and Nekonyapii (Lisa Ri – German Ulzzang Girl)

Comments on: "[FF] Secret Love ; Chapter I. The Meeting" (7)

  1. First kah??
    Aaaa~ Jongup~
    ABG yg tak terlihat seperti ABG kalo lg dance😛
    Bagus,thor! Lanjut!

  2. aigoo~ akhirnya Zelo muncul,pasti unyu2 gtu pas lg ngantuk #apasih
    yang lain kpan nih muncul.a? Himchan, Yongguk, kutunggu dudamu #plak
    Okay serius,q blm dpt feel.a cz blm sbrapa tw cast yeoja.a,tp over all keren kuq,lanjud yaa Chingu..
    #sksd

  3. Keren banget,thor!!!!saya paling suka deh epep author apalagi yang yadong *ehh *plaakk *abaikan Congratz & Keep Writing Thor!!!!

  4. lagi keracunan si jongup bocah 17 taun yg lagi kece2nyaaa n iseng nyari ffnya kebetulan nemu ini, aigooo keren nih chingu, salam kenal yaaa, mau dong baca lanjutannya (y)😄

  5. Lanjutanx mana nih ? Udah tahun baru,chapter 2 blm ada….hehehe

  6. Faradilla said:

    Next thor

Comment kamu ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: